News

BEDA KEPENTINGAN

Everton Kejar Tiket Eropa, City Memburu Chelsea. Penampilan Stones dan Schneiderlin bakal paling banyak disorot jelang laga ini.

LIVERPOOL – Duel Everto FC kontra Manchester City FC di Goodison Park dengan target sama, mengejar kemenangan. Namun, keduanya memiliki alasan berbeda.

Minggu (15/1) malam, The Toffees yang kini berada pada posisi ketujuh klasemen bertekad menang demi menjaga ritme perburuan tiket ke Eropa. City, peringkat keempat, ingin mengejar sang pemuncak, Chelsea FC.

Menjelang laga, bek City John Stones menyadari ia tak boleh melakukan kesalahan ketika kembali kekandang klub lamanya. Bila di laga debut Liga Champions lumayan menguras tenaga bek 22 tahun itu, di Goodison Park, Stones takkan emosional.

Tuntutan City berlaga di empat kompetisi berpengaruh pada konsistensi performa Stone. Begitu di tarik The Citizens pada awal musim ini, ia telah memainkan 30 laga di semua ajang. Rupanya fisiknya belum beradaptasi sepenuhnya, hingga faktor kelelahan kerap mengadang. Akibatnya, rangkaian kecerobohan mengurangi poin City.

“Situasi ini baru untuk saya, harus tanding tiga kali sepekan,” ujar Stones jelang ke Goodison Park. “Setiap pemain pasti kecewa karena tidak maksimal atau berbuat salah. Saya berusaha menebus saat latihan atau laga berikutnya.”

Keberadaan Stones di jantung pertahanan City memang di perlukan Guardiola kala sang kapten. Vincent Kompany, terlalu sering di bekap cedera. Kekalahan 0-1 dari Liverpool FC memaksa mereka terlempar dari tiga besar. Pekan ini, City harus bisa memanfaatkan kesempatan untuk menggeser The Reds yang tandang ke markas Manchester United FC (MU).

Peran Schneiderlin.

Hanya, pekan ini Everton kedatangan gelandang baru yang di harapkan bisa jadi tulang punggung di lini tengah. Morgan Schneiderlin bergabung dengan Everton setelah tak lagi mendapat posisi di MU. Pemain Prancis itu dikontrak 4,5 tahun.

Di sisi lain, Everton terpaksa meminjamkan Tom Cleverley ke Watford. Schneiderlin bisa saja debut bersama Everton saat lawan City. Walau jarang turun, ia masih paling banyak melakukan tackling dan memotong bola di Liga Primer sejak Agustus 2012, 772 kali.

Stoke Yakin Bekap Sunderland

SUNDERLAND – Stoke City FC tampaknya kini semakin bersemangat untuk memenangkan laga tandang pertama mereka tahun ini. Tim arahan mark Hughes tersebut akan melawan Sunderland AFC di kandangnya, Stadion Light, Sabtu (14/1) malam.

Kemenangan akan bermakna lebih bagi Stoke selain merebut tiga poin untuk mempertahankan posisi. Dengan mengalahkan The Black Cats, mereka dapat menutupi kekecewaan suporter usai kekalahan laga Piala FA.

Kekalahan dari tim tamu Wolverhampton Wanderers FC, 0-2, di babak ketiga Piala FA, pekan lalu merupakan pukulan berat bagi tim. Kekalahan dari tim Divisi Dua itu menghentikan langkah Stoke di kompetisi kelas dua Inggris tersebut.

Meski tersisih di Piala FA, secara keseluruhan performa Stoke musim ini cukup baik. Menduduki peringkat ke-11 klasemen Liga Primer, Stoke mengantongi jumlah poin sama dengan urutan ke-10, Southampton FC, 24. Praktis, bila menang, Stoke akan menggeser Soton bila hanya bermain imbang saat tandang ke markas Burnley FC pada waktu yang sama.

Yang menjadi masalah bagi Stoke, mereka akan bertandang ke Stadion Light tanpa kehadiran Jonathan Walters. Striker timnas Republik Irlandia tersebut kini dalam masa pemulihan usai operasi lutut. Musim ini, Walters telah bermain dalam 17 laga dari keseluruhan kompetisi (16 Liga Primer, satu Piala Liga) dengan dua gol.

“Sejujurnya, kami kekurangan pengganti untuk lini depan. Namun, kami sedikitnya memiliki pilihan untuk posisi tersebut yang mampu di turunkan,” ujar Hughes.

Salah satu pemain yang mungkin menjadi pengganti Walter adalah lulus Akademi Stoke, Julien Ngoy. Pemain 19 tahun itu sudah dimainkan melawan Wolverhampton. “Ngoy telah masuk kedalam skuat utama cukup lama. Akan bagus baginya untuk mendapatkan kesempatan. Sejauh ini dia menunjukkan kualitas dan pengaruh baik,” tutur Hughes.

Selain Ngoy, Hughes juga tampak terkesan dengan pemain muda lainnya, Tyrese Campbell. Penyerang 17 tahun itu mencetak hattrick ketika membela Stoke lolos ke-16 besar Piala FA U-18 (FA Youth Cup).

Di sisi lain, Sunderland tentu berupaya keras keluar dari zona degradasi. Saat ini, mereka ada di batas atas “zona merah”, peringkat ke-18. “Laga kontra Stoke penting bagi kami karena mereka hanya memiliki selisih sembilan poin dari kami. Stoke lawan tangguh dengan performa apik yang membuat mereka dengan cepat naik di klasemen sejak musim lalu. Saya harap kami mampu mendapatkan tiga poin sabtu ini,” kata David Moyes, pelatih Sunderland.

Sturridge bak Bocah bagi Van Dijk

Penyerang tengah bagus tidak butuh operan matang.

SOUTHAMPTON – Keputusan pelatih Liverpool FC Juergen Klopp menjadikan Daniel Sturridge sebagai starter saat melawan Southampton FC berakhir tidak memuaskan. Diturunkan sebagai penyerang tengah. Sturridge dinilai gagal membayar kepercayaan Klopp dilaga semifinal pertama Piala Liga setelah takluk dari Soton, 0-1, Rabu (11/1) malam lalu.

Kendati mendominasi penguasaan bola, Liverpool memang gagal mencetak gol. Penyebabnya bukan karena suplai bola ke lini depan tidak banyak namun karena Sturridge tidak mampu melepaskan diri dari penjagaan bek tengah Southampton, Virgil Van Dijk. Pada laga tersebut, bek muda asal Belanda itu membuktikan ia layak untuk di banderol 50 juta paun (sekitar Rp811 miliar).

“Setiap saya melihat permainan Van Dijk, ia tampak semakin baik.” kata Jamie Redknapp, mantan gelandang Liverpool yang kini menjadi komentator. “Seperti malam ini. Setiap menggagalkan upaya Sturridge. Van Dijk seperti bermain melawan anak kecil. Van Dijk berhasil menggangu Sturrigde sepanjang laga dan tidak pernah memberinya kesempatan untuk bergerak leluasa.”

Pada laga tersebut, Sturridge memang tidak mampu menguasai lini depan. Pergerakan penyerang 27 tahun itu terbatas. Ia juga tidak banyak menyentuh bola di kotak penalti Soton.

“Mungkin di depan Sturridge berpikir, mengapa tidak ada umpan untuknya. Tetapi, penyerang tengah bagus seharusnya tidak butuh operan matang. Justru dialah yang seharusnya menciptakan peluang untuk dirinya sendiri,” tutur Redknapp. “Itulah yang tidak mampu ditunjukkan Sturridge malam ini.”

Ketidakmampuan Sturridge bermain bagus pada malam itu kemungkinan besar di sebabkan rasa frustasinya musim ini. Cedera betis yang sempat mendera serta meningkatnya performa Sadio Mane, adalah dua faktor utama yang membuat performa Sturridge menurun musim ini.

Dari 16 laga yang sudah di mainkannya di semua ajang musim ini (12 Laga Primer, satu Piala FA, dan tiga Piala Liga), Sturridge hanya tujuh kali menjadi starter. Performa Mane yang semakin besar di sayap kanan memang membuat peluang Sturridge menjadi starter kian kecil. Bila Mane turun, posisi striker dipercayakan kepada Roberto Firmino.

Melihat pertandingan melawan Southampton, sepertinya akan sulit bagi Sturridge untuk mendapatkan posisi starter di laga-laga Liverpool berikutnya. “Bila acuannya laga ini, Sturridge sudah gagal meyakinkan Klopp. Performanya tidak mengubah permainan tim.” tutur Redknapp.

Palmas Bangga

MADRID – Meski gagal ke perempat final Piala Raja, Las Palmas pantas bergembira setelah kemenangan 3-2 atas Atletico Madrid, Selasa (10/1). Alasannya, sepanjang pertemuan mereka di ajang itu yang berlangsung di Vicente Calderon, baru kini mereka mencetak tiga gol. Terpenting lagi, laga ini juga menjadi kali pertama Los Amarillos menang di kandang Atletico di Piala Raja.

Patut dicatat, Palmas memang telah berpengalaman menghadapi Atletico sejak 1951, namun ini terjadi di pertandingan liga. Sementara di Piala Raja, mereka baru saling berhadapan per 1994/95 yang berakhir imbang tanpa gol di leg pertama dan di menangkan 2-0 oleh Atletico di leg kedua. Pada 1990/00, setelah imbang 2-2, kembali di kuasai 1-0 oleh Atletico i leg kedua. Satu laga di musim 2005/06, pun masih di menangkan Los Rojiblencos, 1-0.

Baru kini, setelah sempat di hajar 0-2 di kandang sendiri, Los Amarillos mampu membalas dengan 3-2 di markas Atletico. Maka itu Quique Setien mengaku, kegagalan timnya lolos ke babak berikutnya tetap membuat timnya dapat menegakkan kepala, lantaran mampu memberikan perlawanan dan menang. Terlebih lagi, menurut dia, timnya bahkan tetap berpeluang lolos jika tidak mendapatkan masalah.

Ya, peluang itu hilang tak lepas dari kehilangan salah satu pemain, yakni Hernan Trujillo yang hanya bisa tampil selama 25 menit, hingga digantikan Angel Montoro. Itu disayangkan Setien, karena membuat pemain itu harus absen hingga beberapa pekan. “Dari diagnosis, dia memang menderita retak di salah satu tulangnya, dan mengharuskannya istirahat selama beberapa pekan,” katanya.

Sementara soal pertandingan itu sendiri, Setien menegaskan jika kemenangan itu tetap menjadi kebanggaan bagi dirinya dan tim asuhannya. Terpenting lagi, kata dia, lantaran para pemain mampu menunjukkan perlawanan serius dan membahayakan Atletico. “Jadi, kebanggaan saya sendiri karena permainan yang di tampilkan para pemain kami,” katanya lagi.

Di sisi lain, terkait peluang lolos, Setien melihat dari sisi keterlambatan timnya dalam mencetak gol. Maka itu, Atletico mampu mencetak gol lebih dulu lewat Antoine Griezmann. Jika saja, para pemannya mampu lebih dulu mencetak gol, dan lebih cepat, maka peluang untuk berada di babak perempat final terbuka lebar. Namun dia juga menilai, kegagalan itu tak dapat menjadi alasan menafikan nilai sebuang kemenangan.

Les Parisiens Percaya Diri

Edinson Cavani berpeluang dimainkan melawan Metz.

PARIS – Paris Saint Germain (PSG) saat ini tengah dalam kepercayaan diri yang tinggi jelang menghadapi FC Metz di semifinal Piala Liga Prancis di Stadion Parc Des Princes, Rabu (11/1) atau Kamis dini hari WIB. Pasalnya, klub ibu kota Prancis itu baru saja memenangi dua laga terakhir.

Di tambah lagi, tim berjulukan Les Parisiens ini bisa memainkan striker Edinson Cavani dan gelandang Marco Verrati untuk pertandingan nanti. Keduanya tidak di mainkan pada laga Piala Prancis, akhir pekan lalu.

Namun, di luar itu pelatih PSG Unai Emery sedikit di pusingkan dengan masih absennya kapten Thiagol Silva yang kemungkinan tidak bisa bermain. Pemain asal Brazil itu cedera saat PSG menang telak atas FC Bastia. Sampai sejauh ini, kapten PSG itu belum sepenuhnya pulih dari cedera.

Selain Silva, beberapa pemain utama PSG juga masih di ragukan adalah, Julian Draxler, Gregorz Krychowiak. Sedangkan Javier Pastore di pastikan tidak akan bermain melawan Metz.

“Silva tidak ikut berlatih. Draxler mengalami sedikit rasa sakit. Dia dalam masa pemulihan bersama fisio, tetapi kami akan memantaunya. Sedangkan Krychowiak mengalami benturan di lutut,” kata Emery.

Pelatih asal Spanyol itu juga terbebani dengan spekulasi kepindahan pemain muda Jean Kevin Augustin pada bursa transfer musim dingin ini. Masa depan Augustin di Paris masih belum pasti. Sejak awal kedatangan Emery di Parc Des Princes, Augustin memang mendapatkan kesempatan bermain.

“Yang dia butuhkan adalah waktu bermain yang banyak. Saya telah berbicara kepada Patrick Kluivert selaku direktur olahraga tim. Saya mengharapkan dia dipinjamkan keklub lain pada jendela transfer musim ini untuk mendapatkan hal itu,” Emery menuturkan.

Tidak Betah

Sementara, salah satu dari perwakilan Jese Rodriguez, Armando Ufarte mengatakan, bahwa kliennya sampai saat ini belum melihat masa depannya di PSG. Menurut Ufarte, pemain asal Spanyol itu sudah tidak betah bersama juara bertahan Ligue 1 ini. Sejauh ini, beberapa klub La Liga seperti Las Palmas dan Valencia berminat kepada pemain 23 tahun itu. PSG sendiri sebenarnya sudah siap melepas mantan pemain Real Madrid itu.

“Masih belum ada yang kami putuskan sampai saat ini, dan masih ada banyak waktu di bursa transfer musim dingin. Yang pasti, sampai saat ini Jese sama sekali tidak melihat masa depannya di PSG,” ucap Ufarte seperti di kutik Canaris 7.”