News

MU Terbaik sejak September 2009

Salah satu kuncinya, 18 gol yang di cetak Ibra di semua kompetisi.

MANCHESTER UNITED – Kemenangan 4-0 atas Reading FC, pada hari Sabtu (7/1), tak hanya meloloskan Manchester United (MU) ke babak keempat Piala FA. Sukses tersebut juga sekaligus menandai kemenangan beruntun ke delapan mereka di semua ajang. Skuat Setan Merah pun berhasil mencatatkan performa terbaiknya dalam delapan tahun terakhir.

Septermber 2009, Manchester United dipaksa menelan kekalahan pada tandang pertama musim itu, ketika itu melawat ke Burnley FC. Namun, skuat The Red Devils yang kala itu masih di latih Sir Alex Ferguson merespons dengan cepat. Mereka menebusnya dengan membukukan kemenangan demi kemenangan di Liga Primer, Piala Liga, dan Liga Champions.

Yang paling fenomenal dalam periode itu adalah tentunya kemenangan dramatis 4-3 atas Manchester City dalam Derby Manchester di Old Trafford. Kemenangan mereka di tentukan oleh gol Michael Owen pada detik-detik terakhir. Lalu, Owen dan kawan-kawan juga sukses mengalahkan Tottenham Hotspur FC dan Arsenal FC.

Kali ini, salah satu kuncinya jelas gol-gol dari striker veteran, Zlatan Ibrahimovic. Pemain terbaik fan Asosiasi Pemain Profesional (PFA) bulan Desember itu telah menyumbangkan 18 gol untuk MU di semua ajang, terakhir ke gawang West Ham United. Unggul satu gol atas koleksi Anthony Martial di musim debutnya untuk MU.

Karena Setan Merah masih berlaga di empat kompetisi, setidaknya ada 36 laga yang berpotensi di lakoni Ibra untuk menghasilkan golnya hingga akhir musim. Meliputi 18 laga di Liga Primer dan 18 laga lain di Piala FA (termausk replay), Piala Liga (EFL Cup), dan Liga Europa jika MU mampu menembus laga final ketiga kompetisi itu.

Besar kemungkinan Ibra akan di pasang sebagai starter dalam laga-laga tersebut karena pelatih Jose Mourinho begitu terpesona oleh kebugaran fisik pemain jangkung itu yang luar biasa. Hanya david Degea dan Paul Pogba paling sering tampil sebagai starter pada musim ini, sedangkan untuk Ibra paling banyak di mainkan (28 kali) di antara skuat Manchester United.

Akhiri Kebuntuan

Tiga bulan tanpa gol, Rashford cetak dua gol saat MU bantai Reading.

MARCUS Rashford telah kembali membukukan gol. Penyerang asal Manchester United (MU) ini ikut membawa timnya meraih kemenangan lewat dua gol yang telah diciptakannya saat menjamu Reading FC dalam putaran ketiga Piala FA, di Stadion Old Trafford, (7/1) lalu. Dengan gol di laga ini, pemain 19 tahun tersebut telah mengakhiri kebuntuannya dalam tiga bulan terakhir tanpa mencetak gol.

Nama Rashford memang mencuat di pertengahan musim lalu. Bahkan, dia mengawali 2016/17 ini dengan performa yang bagus dengan mengoleksi tiga gol dalam empat laga awal. Tepatnya masing-masing satu gol ke gawang Hull City, Watford,dan Leicester City. Namun, setelah itu, dalam 12 laga berikutnya di Liga Primer, Rashford tidak pernah menorehkan gol lagi.

Karena itulah, situasi tersebut sempat membuat Rashford menjadi frustrasi. “Menjalani musim tanpa mencetak gol sedikit membuat Rashford menjadi kecewa. Tetapi setelah beberapa waktu saya mulai lebih tenang, mendapat beberapa assist dan bermain dengan lebih baik lagi. Kini mulai kembali mencetak gol, saya senang,” ujar Rashford.

Keinginnya untuk memberikan yang terbaik bagi tim di perlihatkan ketika menghadapi The Royais -julukan Reading. Dia menjadi ancaman yang berbahaya bagi lawan hingga akhirnya mampu menorehkan gol dalam laga ini. “Saya pikir kami harus bekerja keras untuk mendapatkan hasil positif dan memenangi pertandingan,” kata Rashford.

Tim Setan Merah merobek gawang lawan dengan dua gol pada 15 menit pertama pertandingan. Tepatnya menit ke-75 dan ke-79. “Sangat penting untuk mendapatkan gol pada awal laga,” ujar Rashford. “Kenyataan bahwa kami mencetak gol pertama membuat keseluruhan tim bermain lebih nyaman. Gol tersebut jelas memberikan perubahan untuk semuanya. Membantu kami menghilangkan kegelisahan dan menaikkan semangat,” katanya lagi.

Kemenangan atas Reading juga menambah rapor yang positif bagi pasukan Jose Mourinho. Ini akan menjadi kemenangan kedelapan beruntun yang di raih timnya. Bagi Rashford, meningkatnya performa tim beberapa waktu terakhir membuat pemain saling bisa memahami satu sama lain.

Penguasa Domestik dan Eropa

Skuat Barca musim ini telah mengoleksi 275 trofi sementara Madrid 244.

MADRID – Tidak bisa di pungkiri bahwa Real Madrid dan Barcelona adalah representasi dua tim terbaik di dunia pada saat ini. Kedua tim ini sudah terbiasa dengan memenangi banyak gelar dan tentunya di perkuat deretan para pemain dengan banderol mahal. Bahkan pada saat ini, nilai pemain di masing-masing tim adalah yang tertinggi di pasar.

Skuat Madrid di perkirakan sudah menyentuh angka 775,8 juga euro (Rp 10,8 triliun). Sedangkan sang rival berada sedikit di bawah dengan nilai jual mencapai 764,5 juta euro (Rp 10,6 triliun) menurut data yang telah di buat oleh situs Transfermarkt. Singkatnya, tidak ada tim lain di belahan dunia manapun yang memiliki total market value sebesar Madrid dan Barcelona.

Maka hal yang sangat wajar jika para pemain di kedua tim akan terus mempersembahkan gelar demi gelar bagi klubnya. Dalam sebuah data memperlihatkan bahwa skuat Barca saat ini lebih banyak menyumbang trofi. Baik saat meraihnya bersama klubnya saat ini, timnas, maupun di klub sebelumnya. Jika di total, maka para pemain Barca telah mengoleksi 275 trofi di berbagai kompetisi.

Sementara dengan Madrid, 31 trofi lebih sedikit (244). Yang membedakan adalah, pencapaian Barca di dominasi pada sejumlah kompetisi domestik. Terutama saat mereka masih di tangani oleh Josep Pep Guardiola pada periode 2008-2012. Barca sukses mempertahankan hegemoni di sepak bola Spanyol dengan menjuari La Liga, Piala Raja, dan Piala Super Spanyol.

Dalam hal ini, Andres Iniesta yang merupakan pemain paling lama memperkuat tim, tentu menjadi pengoleksi trofi terbanyak. Sang kapten utama klub berjulukan Los Azulgrana ini, telah meraih 32 trofi di berbagai ajang kompetisi. Lionel Messi dan Gerard Pique menguntit dengan 29 gelar.

Hal sebaliknya terjadi di kubu Los Biancos. Dengan status raja Eropa, Madrid justru lebih banyak memenangkan trofi internasional seperti Liga Champions, Super Eropa, dan Piala Dunia Klub. Cristiano Ronaldo menjadi salah satu penyumbang gelar terbanyak yang diberikan untuk Madrid dengan 21 trofi.

Berisha Menyingkirkan Sportiello

Kiper asal Albania itu kembali merebut posisi sebagai penjaga gawang Utama Atalanta ketika melawat ke Verona.

VERONA – Di tahun baru, Atalanta menemukan kembali Etrit Berisha. Hari Minggu (8/1), melawat ke Chievo Verona, gawang akan di percayakan lagi kepadanya, 49 hari setelah kemenangan 2-1 melawan AS Roma. Atau, performa terakhir Berisha sebelum cedera dan operasi meniskus. Kiper asal Albania ini selalu berlatih bersama tim sejak awal tahun dan saat ini dia siap diandalkan.

Atalanta memulai kompetisi dengan Marco Sportiello sebagai kiper utama, bintang selama dua musim terakhir. Namun, beberapa keraguan dan kedatangan Berisha pada hari penutupan bursa transfer musim panas lalu menciptakan persaingan sengit. Berisha melakukan debut bersama Atalanta pada pekan keempat, di Cagliari. Performanya bagus dan Atalanta juga melejit setelah awal yang buruk. Alhasil, posisi kiper intipun menjadi miliknya.

Cedera Berisha lalu mengembalikan posisi kiper inti kepada Sportiello yang memainkan lima pertandingan beruntun sejak laga melawan Bologna sampai akhir tahun 2016. Sementara ini, kedudukan cukup seimbang: Berisha sudah bermain 10 kali, Sportiello 8 kali. namun secara umum rapor Berisha lebih bagus, mungkin juga dia beruntung karena tim memetik hasil hebat ketika dia bermain. Berisha mencatat 739 menit tanpa kebobolan dari aksi. Rata-rata kebobolan Berisha 0,7 gol perlaga, Sportiello 1,75. Itu berarti, Sportiello kebobolan 2,5 kali lebih banyak di bandingkan rekannya.

Singkat kata, Berisha merupakan andalan Atalanta pada saat ini. Berisha kembali, Atalanta berharap akan melejit lagi di paruh kedua musim kompetisi mendatang. Sportiello pada musim ini juga belum menunjukkan performa yang terbaik seperti dalam dua musim sebelumnya. Sulit baginya untuk dapat merebut posisi inti dari Berisha. Tetapi tidak tertutup kemungkinan Sportiello pergi di bursa transfer pada Januari, bisa jadi ke Lazio. Karena Berisha datang ke Atalanta sebagai pemain pinjaman dari Lazio.

The Gunners Istirahatkan Bintang

Wenger rencanakan beri libur pendek kepada beberapa pemain.

LONDON – Pelatih Arsene Wenger mengungkapkan rencana untuk mengistirahatkan beberapa pemain andalan Arsenal FC. Liburan jangka pendek pekan ini nantinya akan membuat Arsenal bermain tanpa bintang untuk laga pertama Piala FA, Sabtu (7/1) mendatang, The Gunners akan menghadapi Preston North End di babak ketiga.

Mesut Oezil, Alexis Sanchez, dan Laurent Koscielny di perkirakan akan beristirahat ketika menghadapi klub Divisi Champhionship tersebut. Sebelumnya, Wenger di ketahui mengeluhkan jadwal Liga Primer. Pelatih Arsenal itu merasa kewalahan karena jadwal padat yang menyebabkan skuatnya tampil tidak cukup bugar.

Wenger menyadari hal tersebut setelah timnya di tahan 3-3 ketika bertandang ke AFC Bournemouth. Tim arahan Eddie Howe memimpin di babak pertama hingga 20 menit terakhir pertandingan. Pada laga itu, Kosecielny terpaksa meninggalkan lapangan karena keram. Hector Bellerin juga mengalami cedera ringan karena bertabrakan dengan pemain lawan.

Oezil juga harus kembali di lewatkan dari pertandingan mendatang karena flu. Ia sebelumnya juga tidak di turunkan pada laga yang di menangi Arsenal ketika menghadapi Crystal Palace FC (1 Januari) dan di imbangi Bournemouth pada Selasa (3/1) lalu. Wenger mungkin akan menjalankan rencana seperti Piala FA musim lalu.

Oezil juga di istirahatkan pada laga pembuka. Misalnya, ketika Arsenal bertanding melawan tim yang level kompetisinya berada di bawah The Gunners. Sanchez biasanya tidak pernah melewatkan pertandingan. Tetapi, kali ini Wenger memberikan kesempatan langka untuknya beristirahat.

Pelatih tampaknya mempercayakan lini serang tim kepada dua pemain yang tampil apik beberapa laga terakhir, Oliver Giroud dan Lucas Perez. Sebelumnya mereka hanya di berikan waktu bermain terbatas di musim ini.

Wenger di perkirakan bakal menurunkan Danny Welbeck ke skuat. Pemain timnas Inggris tersebut kembali ketempat pelatih dan menunjukkan perkembangan pesat. Ia harus rihat dari pertandingan bersama Arsenal karena cedera lutut dalam waktu panjang.

Namun, mengistirahatkan sejumlah bintang bukan membuat pekerjaan Wenger semakin ringan. Pilihan untuk merotasi skuat di yakini justru semakin sedikit. Beberapa pemain penting seperti Theo Walcott dan Kieran Gibbs hingga saat ini di ragukan dapat kembali karena cedera. Tim yang bermarkas di Stadion Emirates itu juga harus kehilangan Mohamed Elneny yang menjalankan kewajiban bersama timnas Mesir.