Palmas Bangga

Thursday, January 12th at 1:31 PM

MADRID – Meski gagal ke perempat final Piala Raja, Las Palmas pantas bergembira setelah kemenangan 3-2 atas Atletico Madrid, Selasa (10/1). Alasannya, sepanjang pertemuan mereka di ajang itu yang berlangsung di Vicente Calderon, baru kini mereka mencetak tiga gol. Terpenting lagi, laga ini juga menjadi kali pertama Los Amarillos menang di kandang Atletico di Piala Raja.

Patut dicatat, Palmas memang telah berpengalaman menghadapi Atletico sejak 1951, namun ini terjadi di pertandingan liga. Sementara di Piala Raja, mereka baru saling berhadapan per 1994/95 yang berakhir imbang tanpa gol di leg pertama dan di menangkan 2-0 oleh Atletico di leg kedua. Pada 1990/00, setelah imbang 2-2, kembali di kuasai 1-0 oleh Atletico i leg kedua. Satu laga di musim 2005/06, pun masih di menangkan Los Rojiblencos, 1-0.

Baru kini, setelah sempat di hajar 0-2 di kandang sendiri, Los Amarillos mampu membalas dengan 3-2 di markas Atletico. Maka itu Quique Setien mengaku, kegagalan timnya lolos ke babak berikutnya tetap membuat timnya dapat menegakkan kepala, lantaran mampu memberikan perlawanan dan menang. Terlebih lagi, menurut dia, timnya bahkan tetap berpeluang lolos jika tidak mendapatkan masalah.

Ya, peluang itu hilang tak lepas dari kehilangan salah satu pemain, yakni Hernan Trujillo yang hanya bisa tampil selama 25 menit, hingga digantikan Angel Montoro. Itu disayangkan Setien, karena membuat pemain itu harus absen hingga beberapa pekan. “Dari diagnosis, dia memang menderita retak di salah satu tulangnya, dan mengharuskannya istirahat selama beberapa pekan,” katanya.

Sementara soal pertandingan itu sendiri, Setien menegaskan jika kemenangan itu tetap menjadi kebanggaan bagi dirinya dan tim asuhannya. Terpenting lagi, kata dia, lantaran para pemain mampu menunjukkan perlawanan serius dan membahayakan Atletico. “Jadi, kebanggaan saya sendiri karena permainan yang di tampilkan para pemain kami,” katanya lagi.

Di sisi lain, terkait peluang lolos, Setien melihat dari sisi keterlambatan timnya dalam mencetak gol. Maka itu, Atletico mampu mencetak gol lebih dulu lewat Antoine Griezmann. Jika saja, para pemannya mampu lebih dulu mencetak gol, dan lebih cepat, maka peluang untuk berada di babak perempat final terbuka lebar. Namun dia juga menilai, kegagalan itu tak dapat menjadi alasan menafikan nilai sebuang kemenangan.