Rooney dan Pogba

Thursday, October 13th at 2:41 AM

Ada dua pemain Manchester United (MU) yang menghadapi situasi berbeda pada kualifikasi Piala Dunia 2018 ini. Paul Pogba yang berhasil mengakhiri dua laga kualifikasi dengan Happy Ending. Setelah di kritik karena tidak tampil maksimal saat Prancis menang atas Bualgaria, gelandang 23 tahun ini menjawabnya dengan sebuah gol spektakuler. Gol yang menunjukkan kemenangan Les Bleus atas Belanda, 1-0, Senin (10/10) atau Selasa dini hari WIB.

Sedangkan di timnas Inggris, Wayne Rooney mengakhiri pekan ini dengan bad day. Penyerang 30 tahun ini di cemooh ketika tampil bersama timnas Inggris saat menghadapi Malta, pekan lalu, di Stadion Wembley. Derita Wazza -panggilan Rooney- berlanjut. Jelang menghadapi Slovenia, pelatih Gareth Southgate mengumumkan bahwa Rooney tidak termasuk dalam tim yang di persiapkan untuk laga ini.

Ya, demikianlah situasi yang berbeda yang dihadapi dua pemain MU. Tentu menarik, melihat upaya Pogba dalam menjawab kritik. Sejak statusnya resmi sebagai pemain termahal dunia, mantan pemain Juventus ini tidak pernah lepas dari perhatian pers dan publik sepak bola Inggris.

Soal kritik, dia juga mengalaminya di negerinya sendiri. Maklum, Pogba salah satu yang di anggap bertanggungjawab dari kegagalan Prancis meraih gelar Piala Eropa 2016 lalu ketika mereka sebagai tuan rumah. Dalam ajang tersebut, Pogba dinilai tidak tampil maksimal. Namun, kini, dia bisa sedikit bernafas lega karena gol yang telah di ciptakannya bersama Les Bleus.

Meski demikian, apakah satu gol jarak jauh tersebut akan meredam kritik yang dia terima di Liga Primer? Tampaknya belum. Persoalannya yang dihadapinya adalah, mampukah dia meyakinkannya Jose Mourinho agar mengubah perannya di Tim Setan Merah. Setelah gol yang dia ciptakan ke gawang Belanda, dia menyatakan bahwa dirinya lebih suka bermain menyerang ketimbang bertahan.

Mourinho memang meminta Pogba sebagai gelandang jangkar dengan intensitas menjaga lini tengah. Dengan perannya itu, Pogba harus memastikan bahwa timnya banyak menguasai atau memenangkan bola ketimbang mengekspresikan dirinya dalam menyerang.

Setelah yang di perlihatkan Pogba bersama timnas Prancis semua akan berada di tangan Mourinho untuk memutuskan. Yang pasti, Senin (17/10), MU akan menghadapi laga krusial menghadapi Liverpool. Di sisi lain, Mourinho juga memiliki tugas lainnya yaitu memastikan bahwa hari-hari buruk Rooney di timnas tidak akan memengaruhi mentalnnya jelang laga menghadapi The Reds.

Ditimnas Inggris, yang kini tengah berkembang dengan wajah-wajah yang lebih segar, Rooney memang dalam fase tidak lagi memiliki tempat. Di lini tengah, khususnya di posisi gelandang, ada Eric Dier yang dinilai lebih tepat. Sedangkan sebagai playmaker atau pemain kreatif, sosok Dele Alli juga dinilai lebih pantas sebagai pemain dengan karakter 10. Di lini depan? ada Harry Kane, Daniel Sturridge, atu bahkan Jamle Vardy.

Jadi, persoalan Wazza lebih rumit dibandingkan dengan Pogba. Masalah Rooney lebih berat karena yang terjadi ditimnas hanyalah imbas dari penampilan dan perannya bersama MU. Namun, jika dirinya mampu melalui semua tantangan tersebut dan menjawab semua penilaian tersebut, tentu dia akan menjadi pemain yang semakin besar.