Sturridge bak Bocah bagi Van Dijk

Friday, January 13th at 12:49 PM

Penyerang tengah bagus tidak butuh operan matang.

SOUTHAMPTON – Keputusan pelatih Liverpool FC Juergen Klopp menjadikan Daniel Sturridge sebagai starter saat melawan Southampton FC berakhir tidak memuaskan. Diturunkan sebagai penyerang tengah. Sturridge dinilai gagal membayar kepercayaan Klopp dilaga semifinal pertama Piala Liga setelah takluk dari Soton, 0-1, Rabu (11/1) malam lalu.

Kendati mendominasi penguasaan bola, Liverpool memang gagal mencetak gol. Penyebabnya bukan karena suplai bola ke lini depan tidak banyak namun karena Sturridge tidak mampu melepaskan diri dari penjagaan bek tengah Southampton, Virgil Van Dijk. Pada laga tersebut, bek muda asal Belanda itu membuktikan ia layak untuk di banderol 50 juta paun (sekitar Rp811 miliar).

“Setiap saya melihat permainan Van Dijk, ia tampak semakin baik.” kata Jamie Redknapp, mantan gelandang Liverpool yang kini menjadi komentator. “Seperti malam ini. Setiap menggagalkan upaya Sturridge. Van Dijk seperti bermain melawan anak kecil. Van Dijk berhasil menggangu Sturrigde sepanjang laga dan tidak pernah memberinya kesempatan untuk bergerak leluasa.”

Pada laga tersebut, Sturridge memang tidak mampu menguasai lini depan. Pergerakan penyerang 27 tahun itu terbatas. Ia juga tidak banyak menyentuh bola di kotak penalti Soton.

“Mungkin di depan Sturridge berpikir, mengapa tidak ada umpan untuknya. Tetapi, penyerang tengah bagus seharusnya tidak butuh operan matang. Justru dialah yang seharusnya menciptakan peluang untuk dirinya sendiri,” tutur Redknapp. “Itulah yang tidak mampu ditunjukkan Sturridge malam ini.”

Ketidakmampuan Sturridge bermain bagus pada malam itu kemungkinan besar di sebabkan rasa frustasinya musim ini. Cedera betis yang sempat mendera serta meningkatnya performa Sadio Mane, adalah dua faktor utama yang membuat performa Sturridge menurun musim ini.

Dari 16 laga yang sudah di mainkannya di semua ajang musim ini (12 Laga Primer, satu Piala FA, dan tiga Piala Liga), Sturridge hanya tujuh kali menjadi starter. Performa Mane yang semakin besar di sayap kanan memang membuat peluang Sturridge menjadi starter kian kecil. Bila Mane turun, posisi striker dipercayakan kepada Roberto Firmino.

Melihat pertandingan melawan Southampton, sepertinya akan sulit bagi Sturridge untuk mendapatkan posisi starter di laga-laga Liverpool berikutnya. “Bila acuannya laga ini, Sturridge sudah gagal meyakinkan Klopp. Performanya tidak mengubah permainan tim.” tutur Redknapp.